RSS

Uji Kompetensi Guru

Uji Kompetensi Guru Tetap diperlukan

JAKARTA, KOMPAS (Selasa, 3 Juli 2012) – uji kompetensi bagi guru didukung jika tujuannya untuk meningkatkan mutu guru. karena itu, uji kompetensi jangan dijadikan “hukuman” untuk menunda atau mencabut tunjangan profesi pendidik.

“Ujian kompetensi bagi guru ini penting. Uji kompetensi ini harus menjadi data awal untuk mengetahui aspek kompetensi mana yang lemah, di sanalah pemerintah harus melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan kompetensi guru,” kata Ketua Ikatan guru Indonesia Satria Dharma pekan lalu di jakarta.

secara terpisah, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo mengatakan, uji kompetensi memang harus dilakukan untuk guru, tetapi jangan dikaitkan dengan sertifikasi.”Jika pemerintah serius, adakah uji kompetensi untuk semua guru supaya data yang didapat lengkap.”

Menanggapi berbagai penolakan guru atas uji kompetensi ini, Satria menyatakan tidak berseberangan.”Kami tidak berseberangan dengan teman-teman. Kami justru mendukung upaya kritis itu. sebab, jangan sampai uji kompetensi ini hanya dilakukan untuk menguji satu kompetensi,” ujar Satria.

Perubahan PLPG

Peserta sertifikasi guru melalui jalur pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG) yang tidak lulus ujian diberikan kesempatan mengulang. kelulusan ujian sertifikasi melalui PLPG ditentukan oleh syarat-syarat tertentu antara lain ujian tertulis dan praktik.

“ini kebijakan dari pemerintah pusat,” kata pembantu Rektor I Universitas Sebelas Maret Sutarno.

Mulai tahun ini juga dilakukan perubahan kurikulum. Hal ini misalnya untuk penguatan materi bidang studi atau kompetensi profesional, dari semula 10 januari menjadi 25 jam. (ELN/EKI)

Sumber: http://ukg.kemdikbud.go.id/index.php?pg=berita

Untuk berita lengkap, rekan-rekan guru silahkan click ke: http://ukg.kemdikbud.go.id/

Untuk Download kisi-kisi UKG, silahkan kunjungi: http://ukg.kemdikbud.go.id/index.php?pg=kisi

Daftar peserta UKG dan jadwal ujian untuk wilayah kota Surabaya Download di: sini

Jadwal dan Petunjuk pelaksanaan UKG Download di sini

Contoh soal UKG Online – Pedagogik click aja

Semoga informasi ini bermanfaat.

 

BOCORAN SOAL UNAS

Gaung Ujian Nasional (UN) semakin dekat. Sekolah, guru dan wali murid mulai resah melihat anak didik, putra/putri masing-masing yang belum semua terlihat siap untuk menghadapinya.

Sekolah meminta para guru materi UN untuk lebih intensif mengajak murid-murid mendalami Standard Kompetensi Lulusan (SKL), melatih mengerjakan soal dan mengikuti beberapa event try out yang diselenggarakan sekolah maupun berbagai lembaga bimbingan belajar (LBB).

Bagaimana dengan anak-anak yang akan menghadapi UN itu sendiri? Kebanyakan dari mereka tenang-tenang saja seperti tidak akan terjadi apa-apa. Bahkan pernah saya temukan di suatu kelas, pagi itu mereka akan mengikuti uji coba UN, tapi mereka malah bermain kartu domino, HP, Game dan berbagai aktifitas yang tidak ada hubungannya dengan persiapan UN.

Bocoran Soal dan Kunci UN 2012, itu rupanya yang diharap mereka. Kebanyakan mereka sudah teracuni info  kakak kelas yang pada UN 2011 banyak memanfaatkan SMS kunci jawaban dari berbagai sekolah yang terindikasi telah melakukan kecurangan dengan membeli soal/kunci jawaban yang dijual oleh oknum-oknum yang terlibat dengan pendistribusian naskah soal UN.

Mereka tidak sadar bahwa tahun 2012 naskah soal tidak lagi dicetak di Propinsi/Surabaya. Tahun 2012 naskah digandakan di Jakarta dan  akan didistribusikan ke daerah sudah dalam bentuk paket. Akankah bocoran soal UN bisa diperoleh? Saya masih yakin bahwa bocoran soal UN masih bis ditemukan diberbagai daerah, karena moral sebagian pejabat yang memang sudah bejat.

Dalam kondisi seperti ini, sedikit sekali  guru yang berani bertindak tegas menolak adanya kecurangan dalam pelaksanaan UN. Sebagian takut murid-muridnya tidak lulus, kemudia guru mapel tertentu akan diberi teguran keras atas kegagalan itu. Di sisi lain, anak-anak sendiri sudah tidak peduli lagi dengan apa yang telah disampaikan guru-gurunya karena sangat yakin akan mendapat bocoran soal UN atau kunci jawabannya.

Sebenarnya, UN tidak perlu ditakuti atau dikhawatirkan tetapi juga jangan dianggap remeh. Apabila semua pihak jeli dalam mencermati SKL Unas, maka semua bisa dihadapi dengan tenang. Bukankan Bosoal Soal Unas sudah tertulis dalam SKL Unas yang telah beredar sejak akhir Desember 2012?

Nah, sekarang mari semua pihak berbenah diri, intropeksi dan meredam kepanikan. Jangan lagi terobsesi untuk berburu bocoran soa unas. Apabila kita terbiasa curang, maka jangan heran apabila kelak anak didik kita akan menjadi pejabat-pejabat korup. Sebenarnya kita ikut andil menentukan masa depan dan karakter anak didik dalam mengisi pembangunan negeri ini.

Bagi para guru, ayo kita sharing materi, soal dan terus berburu contoh-contoh soal di internet, diujikan, dianalisis dan didalami lagi agar anak-anak benar-benar siap menghadapi UN. Jangan lupa bah ketidaksiapan anak-anak menghadapi UN, kita turut andil di dalamnya. Jangan lagi mereka dibebani tugas-tugas melulu sementara kita tidak pernah melakukan analisis butir soal untuk mengetahuia materi apa yang belum mereka kuasai?

Ayo kita berikrar ” NO WAY BOCORAN SOAL UNAS“. Jika anak-anak mengandalkan bocoran soal UN, apakah kita baerarti menjadi guru profesional? Tidak. Mereka lebih percaya bocoran daripada yang diajarkan gurunya. Kita harus sakit hati dan tersinggung apabila itu yang terjadi. Selamat berjuang guru.

(ditulis oleh: Guswin)

Download Bank Soal Ekonomi SMA SKL 1

Bagi rekan-rekan guru dan murid yang memerlukan informasi Kisi-kisi bahan Unas, silahkan download di BSNP (format Pdf)  atau click di sini saja (format Word document).

Download POS UN 2012

Semoga informasi ini bermanfaat

 

POS UN 2012 SMP/MTs, SMA/MA DAN SMK

Ujian Nasional (UN) 2012 sudah semakin dekat, semua pihak juga sudah mulai berbenah. Panitia UN, Guru, Sekolah dan para calon peserta UN juga sudah mulai membicarakan berbagai persiapan UN.

Bagi para guru yang terlibat dalam kepanitiaan UN dan memerlukan Pedoman Operasional Standar (POS) pelaksanaan UN tahun 2012, bisa download di BSNP atau click saja di sini.

Menurut POS UN 2012, jumlah paket soal  UN tahun 2012 masih sama dengan tahun sebelumnya, yakni lima (5) paket yang akan dibagi secara acak.

Agar lebih jelas. silahkan saja baca informasi lengkapnya di POS UN 2012 yang bisa di download di sini.

Download POS UN 2012

Download Bahan Presentasi Sosialisasi UN 2012

Download Dokumen Sosialisasi Pelaksanaan UN 2012

 

MENJADI GURU PROFESIONAL

UNDANGAN

MGMP Ekonomi Surabaya berencana menyelenggarakan kegiatan WORKSHOP MENJADI GURU PROFESIONAL pada akhir liburan semester ini (hari Sabtu dan Minggu, 7 & 8 Janari 2012)

Kegiatan akan diselenggarakan di SMA Negeri 7, Jl  Ngaglik No. 27 – 29 Surabaya mulai jam 08.00.

Berminat mengikuti? silahkan konfirmasi ke:

CONTACT PERSON:
SYAMSUDIN 08123260122
SLAMET 03183133675
HASBI 08175077598
SUNOTO 03172153678

 

WASPADAI PERUBAHAN MATERI UN 2012

Ujian Nasional SMA sudah dekat. Sudahkah kita mempersiapkan anak didik kita untuk menghadapinya, baik dari segi akademik maupun mental?

Beberapa hari lagi mereka akan menikmati libur panjang akhir semester, yuk kita ajak mereka juga menata diri dengan membaca kisi-kisi UN 2012 yang ternyata di dalamnya memberikan informasi adanya perubahan materi pada beberapa pelajaran.

Kisi-kisi UN secara resmi telah dirilis oleh BSNP tertanggal 14 Desember 2012, meski belum banyak yang mengetahui karena tidak banyak guru yang rutin mencari informasi di internet.

Kisi-kisi UN 2012 bisa anda download di sini  (Format Pdf) atau Download Format Word document di sini.

 

Berita Untuk Guru

13 PENYAKIT GURU

Oleh Ahmad Baedowi*

Short message service (SMS) jelas merupakan sarana efektif bagi masyarakat untuk berkomunikasi. Segala jenis informasi bisa disebar hanya dalam hitungan menit, bahkan detik. Selain sebagai sumber berita, SMS juga dapat menjadi sumber belajar dan bahkan dari perspektif negatif, layanan ini juga dapat memberikan pengaruh dan citra buruk bagi sebuah tatanan, baik secara individu maupun kelompok. Beberapa berita atau isu soal gempa di Jakarta, ancaman terorisme, hingga bocornya soal-soal ujian nasional adalah di antara beberapa contoh betapa efektifnya penggunaan SMS.

Di Kota Bekasi (mungkin juga di kota-kota lainnya di Indonesia), khususnya dalam 2 minggu terakhir ini, merebak SMS dari satu guru ke guru lainnya tentang adanya “penyakit” di kalangan para pendekar pendidikan. Bunyi SMS ini memang terasa lucu dan sedikit mengada-ada, tapi dari segi substansi tampaknya kita tak bisa menganggap remeh isu penyakit guru ini. Gejala penyakit ini bahkan menjadi bahan diskusi yang cukup serius di lingkungan para guru, sambil di antaranya mereka mencoba mencocokkan jenis penyakit mana yang sudah ada dalam diri mereka masing-masing.

Inilah bunyi 13 penyakit guru versi SMS itu, yang jika penyakit itu diklasifikasi menjadi tiga jenis keterampilan (skill), yaitu kemampuan personal (kepribadian), metodologis, dan teknis. Pada aspek kemampuan kepribadian guru, penyakit yang disinyalir ada meliputi THT (tukang hitung transport), hipertensi (hiruk persoalkan tentang sertifikasi), kudis (kurang disiplin), dan asma (asal masuk). Banyak sekali dijumpai guru yang selalu berhitung soal pembagian transport dari dana BOS, kecurangan dalam hal proses sertififikasi, kurang disiplin dan masuk sembarangan hanya sekadar memenuhi absensi. Gejala ini sangat umum terjadi di lingkungan guru dan sekolah kita.

Diklasifikasi kedua, yaitu soal aspek metodologis, disinyalir guru bahkan memiliki lebih banyak penyakit. Jenis-jenis penyakitnya, antara lain salesma (sangat lemah sekali membaca), asam urat (asal mengajar, kurang akurat), kusta (kurang strategi), kurap (kurang persiapan), stroke (suka terlambat, rupanya kebiasaan), keram (kurang terampil), serta mual (mutu amat lemah). Aspek metodologis ini memang sangat terkait erat dengan faktor courage dan kesadaran untuk berkembang yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru.

Sedangkan diklasifikasi ketiga yang menyangkut aspek keterampilan, penyakit guru disinyalir adalah TBC (tidak bisa computer) dan gaptek (gagap teknologi). Kita memang tak cukup punya bukti statistik, seberapa banyak sebenarnya jumlah guru yang sampai saat ini belum bisa dan mengerti soal komputer dan makna penting teknologi sebagai bagian dari pengembangan bahan ajar di kelas.

Merebaknya jenis-jenis penyakit di atas, meskipun disampaikan dengan cara dan tujuan untuk melucu, jelas memberi kita gambaran kondisi dan suasana batin para guru kita saat ini. Jika penyakit-penyakit tersebut memang benar adanya, kesalahan pertama harus kita tempakan kepada otoritas pendidikan kita yang salah dalam merumuskan kebijakan soal pengembangan kapasitas profesional guru. Guru seakan lupa pada rumusan dan definisi tentang pendidikan yang tertera dengan amat gamblang di dalam undang-undang sistem pendidikan nasional kita, yaitu sebagai sebuah “….usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.

Kata “mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran” jelas merujuk dan menuntut para guru untuk kreatif dalam mengembangkan kerangka berpikir dan bahan ajar di sekolah. Karena itu sangat boleh jadi munculnya gejala penyakit seperti disinyalir di atas relevan dengan sistem pendidikan yang membelenggu akal untuk kreatif, terutama bentukan hierarki kurikulum yang rigid dan berorientasi semata pada dunia kerja.

Seorang pengembang masalah kreativitas di dunia pendidikan, Ken Robinson, mengatakan hampir dapat dipastikan seluruh sistem pendidikan di dunia menempatkan Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi (Sains) sebagai acuan utama tingkat keunggulan sebuah sekolah. Semakin banyak anak yang memiliki kemampuan Matematika dan Sains, semakin prestisiuslah sekolah tersebut. Sebab itu, bidang studi ini memperoleh jam yang begitu tinggi di sekolah, termasuk di antaranya di Indonesia.

Sekolah kita tak memiliki laboratorium seni dan musik yang cukup, juga perpustakaan yang mengoleksi buku-buku sastra yang memadai untuk menumbuhkan kreativitas anak untuk bergerak. Seluruh sekolah kita lebih banyak mengajarkan Matematika dan Sains yang hanya mengandalkan otak dan pikiran, tetapi tak memberi porsi yang cukup kepada anggota tubuh yang lain, seperti badan, tangan, dan kaki untuk bergerak. Berapa jam anak kita mengikuti pelajaran tari dan olahraga di sekolah dalam satu minggu, dan lebih banyak mana ketika anak-anak kita belajar Matematika dan Sains?

Kritik Ken Robinson sangat masuk akal sehingga dia mengatakan kebanyakan guru di sekolah saat ini menganggap bahwa badan, tangan, dan kaki mereka hanya sebagai alat transportasi kepala mereka yang penuh rumus dan terkadang membingungkan. Efek seperti ini dapat menjadikan seseorang mati rasa, antisosial, dan menjadi sangat arogan cara berpikir dan bertindaknya. Dalam rumus tak ditoleransi kesalahan. Padahal sebuah kesalahan, dalam teori belajar, merupakan awal dari sebuah kreativitas besar.

* Direktur Pendidikan Yayasan Sukma, Jakarta

Sumber: LAMPUNG POST dikutip dari Club Guru Indonesia

DISDIK AKAN MAKSIMALKAN BEBAN MENGAJAR GURU PNS

MUKO MUKO, KOMPAS.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Muko Muko, Provinsi Bengkulu, pada 2012 akan memaksimalkan beban mengajar guru pegawai negeri sipil minimal 24 jam dalam satu pekan, agar kekurangan tenaga pendidik di daerah itu bisa teratasi.

“Kami upayakan agar guru pegawai negeri sipil (PNS) lebih diberdayakan, dan beban mengajar mereka ditambah menjadi 24 jam dalam satu minggu,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muko Muko Hartoso melalui Sekretarisnya Nur Hasni di Muko Muko, Minggu (18/12/2011).

Ia menyebutkan, beban mengajar bagi guru sebanyak 24 jam dalam satu pekan telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara nomor 16/2009 tentang penilaian kinerja guru.

Dia menambahkan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional nomor 39/2009 tentang Beban kerja guru.

Menurut dia, atas pertimbangan aturan dari pemerintah pusat itu, maka penambahan jam mengajar guru PNS perlu dilakukan segera, agar semua kekurangan tenaga bisa diatasi.

“Jumlah guru PNS di daerah ini sudah mencukupi. Yang perlu dilakukan saat ini dengan menambah beban mengejar mereka agar kekurangan tenaga pendidik secara bertahap bisa teratasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penambahan beban jam mengajar bagi guru PNS itu merupakan langkah dan upaya agar efisiensi tenaga pendidik serta efisiensi anggaran.

Karena dengan beban yang diberikan, guru lebih maksimal lagi memberikan pelajaran kepada siswa, sehingga daerah itu tidak perlu lagi menambah guru mata pelajaran yang sudah ada.

Kecuali penambahan tenaga guru yang belum ada mata pelajarannya, sehingga penambahan masih dilakukan sampai semua bisa terpenuhi.

Jika tenaga guru PNS diberikan beban selama 24 jam dalam satu pekan, tenaga honor daerah setempat diberikan beban mengajar selama 18 jam dalam satu minggu.

Sumber Berita: Club Guru Indonesia

 

STOP PEMBERIAN TPP

TPP untuk Honorer non APBN/APBD dan Guru Nakal

JAKARTA – Besok (25/11) seluruh guru di Indonesia merayakan Hari Guru yang ke-66. Diperkirakan, tidak ada suka cita dan proses tiup lilin dalam perayaan hari ulang tahun guru ini. Pasalnya, penyaluran tunjanganan profesi pendidik (TPP) bagi guru tidak tetap (GTT) atau guru honorer bakal distop. Selain itu, bagi guru yang terbukti nakal saat proses sertifikasi guru, TPP terancam harus dikembalikan ke kas negara.

Ancaman keras ini tertuang dalam surat edaran yang diteken Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ainun Na”im. Surat edaran ini juga ditembuskan mulai dari menteri hingga jajaran eselon satu lingkungan kementerian berslogan Tut Wuri Handayani itu.

Ada beberapa poin penting dalam surat edaran bernomor 088209/A.C5/KP/2011 ini. Poin pertama, ditujukan untuk GTT atau guru honorer dimana SK pengangkatannya bukan oleh pejabat yang berwenang, dan gajinya bukan dari APBD atau APBN. Guru honorer yang digaji non APBD atau APBN ini, lazim disebut guru honorer kategori II. Dalam surat edaran tadi, guru honorer kategori II ini tidak bisa disertifikasi.

Ketentuan serupa juga ditujukan untuk GTT atau guru honorer di sekolah swasta yang SK pengangkatannya bukan oleh yayasan. Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo di Jakarta kemarin (23/11), ada beberapa guru honorer di sekolah swasta yang mengantongi SK dari kepala sekolah. “SK-nya bukan dari ketua yayasan,” kata dia.

Menurut surat edaran dari Sekjen Kemendikbud ini, jika ditemukan guru honorer kategori II atau guru honorer di sekolah swasta dengan SK pengangkatan bukan dari yayasan yang ditetapkan lolos sertifikasi, dinyatakan agar tidak dibayarkan TPP-nya.

Dalam surat edaran ini, kepala dinas pendidikan kabupaten dan kota dihimbau untuk memverifikasi dengan benar daftar calon penerima tunjangan sertifikasi. Jangan sampai tunjangan dikucurkan untuk dua kategori guru honorer tadi.

Dalam surat ini, aturan sertifikasi seperti tertuang dalam ayat 5 pasal 63 PP 74 Tahun 2008 tentang tentang Guru harus benar-benar ditegakkan. Diantaranya, Kemendikbud mengancam akan memberhentikan atau memecat guru jika terbukti memperoleh sertifikat dengan cara melawan hukum.

Konsekwensi dari pemecatan ini, guru yang bersangkutan harus mengembalikan seluruh TPP yang sudah diterima selama ini. Khusus ancaman kedisiplinan dalam memperoleh sertifikat ini, berlaku baik untuk guru honorer maupun guru PNS. Kemendikbud juga akan memberikan surat teguran kepada dinas pendidikan kabupaten, kota, hingga provinsi jika ditemukan ada praktek melanggar hukum dalam penetapan sertifikasi guru.

Lebih lanjut Sulistyo mengatakan, surat edaran ini benar-benar menakutkan bagi guru honorer yang penghasilannya bukan dari APBN atau APBD. “Jika ada yang sudah dinyatakan lolos (sertifikasi guru, Red), terus tunjangannya ditarik kan kasihan,” katanya. Meskipun begitu, Sulistyo mengakui jika dalam aturannya memang guru honorer yang boleh mendapatkan kucuran TPP hanya yang mendapatkan penghasilan dari APBN dan APBD.

“Pertanyaannya sekarang, kenapa mereka bisa sampai lolos sertifikasi. Berarti dalam sistemnya ada lobang,” ujar pria yang juga menjadi anggota DPD asal Provinsi Jawa Tengah itu. Sulistyo menegaskan, dalam kasus lolosnya guru honorer kategori II dalam program sertifikasi guru tidak bisa semata-mata menyalahkan guru.

Sulistyo juga meminta panitia sertifikasi guru mulai dari dinas pendidikan kabupaten/kota, provinsi, hingga perguruan tinggi harus dievaluasi kenapa ada guru yang seharusnya tidak lolos sertifikasi kok diloloskan. Evaluasi juga harus dilakukan pada perwakilan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP-PMP) Kemendikbud di tingkat provinsi hingga di pusat.

Begitu pula terhadap ancaman pengembalian uang TPP karena guru terbukti melanggar hukum saat mendaftar sertifikasi. Diantaranya memalsukan ijazah atau menyuap pejabat dinas pendidikan. Sulistyo meminta tidak hanya guru yang disalahkan. Tetapi pejabat di dinas pendidikan yang meloloskan ijazah palsu atau penerima suap ini juga harus ditindak tegas.

“Logikanya, jika prosesnya sudah salah kok hanya gurunya saja yang disalahkan,” tegas Sulistyo. Dia tidak ingin kasus ini terjadi dalam sertifikasi tahun depan. Dia mengakui, akibat dari keluarnya surat ini muncul keresahan di beberapa kota. Diantaranya yang menonjol di Kota Bandung.

Di kota lautan api itu, sejumlah guru honorer kategori II yang siap mengikuti proses sertifikasi protes. Pasalnya, mereka merasa terancam tidak bisa ikut sertifikasi gara-gara surat edaran Kemendikbud tadi. Padahal, diantara mereka sudah terdaftar dalam data nomor unik pendidik dan tenaga pendidikan (NUPTK) online BPSDMP-PMP Kemendikbud.

Di bagian lain, pihak BPSDMP-PMP Kemendikbud selaku ujung tombak sertifikasi guru menanggapi enteng surat edaran tadi. Kepala BPSDMP-PMP Kemendikbud Syawal Gultom saat ditemui di kantornya mengatakan surat edaran tadi tidak bisa dipandang kaku. “Surat itu sifatnya kontekstual,” kata dia.

Gultom mengatakan, ada laporan guru yang memperoleh sertifikasi ternyata tidak mengajar sesuai ketentuan yaitu 24 jam per minggu. “Sudah nyata-nyata tidak sesuai ketentuan, masak harus dipaksakan menerima tunjangan (TPP, Red),” terangnya.

Untuk itu, Gultom berharap guru-guru tidak terlalu risau dengan keluarnya surat edaran tadi. Dia menandaskan, surat edaran ini dikeluarkan murni untuk menegakkan aturan pengucuran TPP. Pihak Kemendikbud hanya ingin memastikan TPP dikucurkan kepada guru yang benar-benar layak menerima.

Gultom juga mengatakan, tidak benar jika upaya penyetopan ini didasari karena kuangan negara yang menipis. Dia menandaskan, pemerintah sudah menyiapkan duit untuk TPP guru hingga periode pembayaran 2012 nanti. Dia masih belum berani membeberkan apakah dengan keluarnya surat ini akan mempengaruhi database calon peserta sertifikasi guru 2012 yang sudah terdata rapi di tempatnya. (wan)