RSS

Dana Sertifikasi Guru Dikembalikan?

27 Nov

TRIBUNNEWS.COM, BANJARMASIN – Hampir dapat dipastikan, guru bersertifikasi di seluruh kabupaten/kota di Kalsel akan diverifikasi Kemendiknasbud dan World Bank pada awal Januari 2012.

Jika seorang guru terbukti melanggar, tunjangan sertifikasi bakal dicabut bahkan diminta diminta mengembalikan dana yang sudah diterima. Bagi kepala sekolah yang mengetahui penyimpangan yang dilakukan guru di bawah koordinasinya, tetapi diam saja, juga terancam sanksi.

Dalam verifikasi itu dilibatkan sebanyak 700 guru senior dan kepala sekolah. Mereka nantinya dijadikan tim penilai terhadap puluhan ribu guru besertifikasi di Banua. Sebelum memverifikasi, mereka dilatih tim khusus dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalsel, awal Desember 2011.

Menurut Kepala LPMP Kalsel, Said Abubakar di Banjarmasin, Rabu (23/11/2011), pemilihan 700 guru itu didasarkan dua pertimbangan. Pertama, kepala sekolah adalah pengawas guru. Kedua, guru senior dianggap pantas memberikan penilaian.

Meski demikian, untuk mengantisipasi terjadinya ‘main mata’ antara penilai dengan guru besertifikasi, juga ada tim yang khusus memeriksa hasil penilaian tim verifikasi. “Melalui cara itu, kami harapkan penilaian bisa objektif,” tegas Said.

Mengenai tim yang melatih 700 guru senior dan kepala sekolah, dia mengungkapkan, berjumlah 91 orang. Mereka berasal dari Disdikbud, Dewan Pendidikan, kepala sekolah, dan guru senior. “Mereka sedang menjalani pelatihan di Jakarta (Kemendiknasbud),” ucapnya.

Nantinya, verifikasi didasarkan empat kompetensi dasar, yakni kompetensi sosial, kompetensi profesional, kompetensi paedagogik, dan kompetensi kepribadian. Hasil penilaian itu lalu dikonversikan dengan angka kredit guru.

Dari situ, kompetensi guru bisa terlihat, termasuk jika ada yang ‘main mata’ untuk penambahan jam pelajaran. Caranya, bekerja sama dengan kepala sekolah melalui pemberian berbagai jabatan. “Semua bisa ketahuan. Setelah verifikasi guru besertifikasi, pada 2013 dilakukan penilaian terhadap semua guru,” tegas Said.

Salah seorang anggota Tim 91 itu adalah Kabid Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Disdikbud Banjarmasin, Rahmi Koswaty. Saat dihubungi, dia mengatakan verifikasi bertujuan memperbaiki kinerja guru. “Dengan ada verifikasi, guru bisa berlomba memperbaiki kualitasnya,” tegasnya.

Respons positif diperlihatkan Kepala SMPN 4 Banjarmasin, Djarman. Namun, dia berpendapat verifikasi tidak bisa digeneralisasi karena berbedanya kondisi tiap daerah. “Misalnya, pemenuhan 24 jam mengajar. Di Banjarmasin itu bisa dipenuhi, namun di daerah lain sulit dipenuhi karena jumlah pengajar dan kelas yang ada masih belum merata.

Sedangkan Kepala Disdikbud Banjarmasin, M Amin berjanji jika berdasar verifikasi itu ada guru besertifikasi di Banjarmasin yang terbukti memanipulasi, akan dikenai sanksi. “Soal sanksi itu, kami juga akan berkonsultasi dengan Badan Kepegawaian, Inspektorat, atau LPMP,” katanya.

Ditegaskan Amin, Disdikbud Banjarmasin sering menyosialisasikan kepada para kepala sekolah dan guru mengenai prosedur mendapat sertifikasi dan pengelolaan dana sertifikasi untuk meningkatkan mutu pendidikan.

“Kami meyakini guru-guru di Banjarmasin tidak ada yang memanipulasi data, namun kalaupun ada akan kami cek dan ricek kebenarannya. Untuk selanjutnya mengambil langkah-langkah sesuai aturan yang berlaku.” tegasnya.

Pengamat pendidikan dari Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Ahmad Suriansyah menambahkan, jika ada guru yang terbukti memanipulasi, sudah sepantasnya sertifikasi dia dicabut. “Profesionalisme tenaga pengajar bukan hanya saat memperoleh sertifikasi tetapi moral dan kemampuan menjadi seorang tenaga pendidik,” ujarnya.

Profesionalisme seorang guru, imbuh Suriansyah, juga diukur dari kinerjanya. “Sejauh mana kualitas dan sikap profesionalnya. Penilaian kinerja guru juga tidak sebatas nilai tetapi ada tindak lanjutnya sehingga visa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” kata Suriansyah. (*)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: