RSS

Impassing

Mengapa harus ada Impassing

Impassing guru bukan PNS, merupakan salah satu upaya penyetaraan golongan/pangkat bagi guru non PNS. Kebijakan pemerintah untuk membuat penyetaraan ini diharapkan para guru sekolah-sekolah swasta akan mendapat perlakuan yang sama tentang tunjangan profesi guru dengan guru-guru sekolah negeri.

Sebelumnya, guru swasta lebih dianaktirikan, karena pemerintah hanya memberi berbagai tunjangan untuk negeri, padahal jika pemerintah berkenan membandingkan secara adil, fair dan terbuka, maka tidak sedikit guru-guru swasta yang mempunyai kemampuan lebih dibanding guru negeri dalam hal kreatifitas dan inovasi di bidang pembelajaran.

Setelah SK Impassing keluar, diharapkan tunjangan guru non PNS sudah setara dengan guru negeri sesuai dengan pangkat/golongannya. Dan diharapkan mereka akan lebih profesional lagi dan bertanggung jawab terhadap uang yang diterimanya.

Agar dana tunjangan yang dikeluarkan pemerintah untuk tunjangan profesi guru ini tidak sia-sia, maka sebaiknya pemerintah secara rutin dan berkala melakukan evaluasi kinerja guru-guru yang telah menerima tunjangan profesi ini.

Pada kenyataan, tidak sedikit guru penerima tunjangan profesi pendidik (TPP) menggunakan dana bantuan tersebut tidak untuk menambah kemampuan mengajar/mendidik murid-muridnya, minimal membeli laptop dan belajar keterampilan lain yang menunjang profesinya, justru menggunakan uang tersebut untuk keperluan yang bersifat konsumtif, misalnya membeli motor, padahal sudah punya. Ada pula yang menggunakan dana tersebut untuk uang muka membeli mobil, padahal kebutuhan mobil tersebut tidak menunjang aktivitasnya dalam mengajar di sekolah. Sungguh tragis.

Sampai saat ini, berapa persenkah guru meningkat keterampilan mengajarnya setelah menerima tunjangan profesi? Mana yang lebih besar peningkatannya, apakah kesejahteraan atau keterampilan mengajarnya? Pemerintah perlu melakukan seleksi ulang dengan berbagai kriteria terhadap dana yang telah diberikan dalam bentuk TPP tersebut.

Secara bertahap pemerintah harausnya melakukan seleksi ulang untuk para calon penerima TPP, baik kebenaran tentang beban mengajar, hasil karya dibidang pendidikan apa yang telah dibuat sampai pada sejauh mana keterlibatan para guru dalam penyebaran informasi dunia mengajar kepada rekan-rekan guru yang lain.

Bagi para guru non PNS, tidak usah terlalu bernafsu menjadi PNS. Mengabdi sebagai pendidik tidak harus di negeri, di Swasta sekalipun, jika kita mampu menunjukkan kelebihan yang kita miliki dan kita mau berbagi dengan sesama guru tentang ilmu yang kita punya, tentu kita masih bisa bertahan hidup dan menghidupi keluarga. Percayalah, selama kita ikhlas berbagi, maka Allah Tuhan Yang Maha Kaya ini akan terus menambah nikmat untuk hidup kita.

Selamat berkarya rekan-rekan guru. (ditulis oleh Guswin)

Download SK Impassing

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: